UIN Antasari Gelar Job Fair 2026, Hadirkan 638 Lowongan
Berita Umum | 28 Agustus 2026 11:00 wib
Setelah vakum selama tujuh tahun, UIN Antasari Banjarmasin kembali menyelenggarakan Antasari Job Fair 2026 dengan menyediakan 638 lowongan pekerjaan dari 20 instansi dan perusahaan mitra. Kegiatan yang diselenggarakan oleh UPT. Pengembangan Kewirausahaan dan Karier (UPKK) ini berlangsung di Auditorium Mastur Jahri, Kampus 1 UIN Antasari Banjarmasin, pada Rabu, 26 Agustus 2026, sebagai upaya memperluas akses kerja bagi mahasiswa dan alumni sekaligus mempertemukan pencari kerja dengan dunia industri.BANJARMASIN - UPT. Pengembangan Kewirausahaan dan Karier (UPKK) Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin menyelenggarakan Antasari Job Fair 2026 dan Expo Kewirausahaan sebagai upaya memperluas akses kerja bagi lulusan perguruan tinggi sekaligus mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Mastur Jahri, Kampus 1 UIN Antasari, pada Rabu (26/8/2026).
Penyelenggaraan tahun ini menjadi momentum kembalinya Antasari Job Fair setelah tidak dilaksanakan sejak 2019 akibat pandemi. Kegiatan tersebut melibatkan 20 instansi dan perusahaan mitra yang menyediakan sebanyak 638 lowongan pekerjaan. Selain itu, Expo Kewirausahaan turut menghadirkan 30 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk serta mengembangkan potensi usaha mereka.
Kepala UPKK UIN Antasari Banjarmasin, Dr. Taufik Hidayat, S.Psi., Psikolog, M.Kes., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk upaya perguruan tinggi dalam memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Menurutnya, perguruan tinggi perlu mengambil peran aktif dalam membantu lulusan memperoleh kesempatan kerja yang sesuai dengan kompetensi mereka.
Ia menegaskan bahwa penyerapan lulusan ke dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja menjadi salah satu perhatian penting UPKK. Melalui kegiatan bursa kerja, mahasiswa dan alumni diharapkan dapat memperoleh akses informasi serta peluang untuk memasuki dunia profesional.
Selain menyediakan kesempatan kerja, Expo Kewirausahaan juga diarahkan untuk membangun pola pikir mandiri di kalangan mahasiswa. Dr. Taufik menyampaikan bahwa kewirausahaan bukan sekadar kemampuan menjalankan bisnis, melainkan juga kecakapan dalam membaca tantangan lingkungan dan mengolahnya menjadi peluang yang memiliki nilai ekonomi.
Dengan pola pikir tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya mempersiapkan diri sebagai pencari kerja (job seeker), tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja (job creator).
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Antasari Banjarmasin, Dr. Irfan Noor, M.Hum., yang hadir mewakili Rektor sekaligus membuka kegiatan secara resmi, menyoroti tantangan persaingan kerja yang semakin ketat. Ia menyampaikan bahwa UIN Antasari meluluskan hampir 4.000 sarjana setiap tahun. Kondisi ini menjadi tanggung jawab tersendiri bagi perguruan tinggi untuk memastikan para lulusan mampu berkontribusi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Di sisi lain, jumlah kesempatan kerja yang tersedia masih terbatas. Oleh karena itu, UIN Antasari terus mengembangkan berbagai program untuk meningkatkan kesiapan mahasiswa dan alumni dalam menghadapi dunia kerja. Upaya tersebut dilakukan melalui program UPKK, kerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK), serta pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).
Dr. Irfan menegaskan bahwa berbagai program tersebut merupakan bentuk komitmen kampus dalam mempersiapkan lulusan agar memiliki kompetensi dan daya saing. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Banjarmasin terhadap pelaksanaan kegiatan yang mendukung pengembangan karier mahasiswa dan alumni.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Diskopumker) Kota Banjarmasin, Dr. Machli Riyadi, M.H., yang hadir sebagai keynote speaker. Ia menilai penyelenggaraan Job Fair oleh perguruan tinggi merupakan bentuk tanggung jawab institusi pendidikan dalam membantu lulusan memperoleh akses terhadap peluang kerja.
Berdasarkan data yang disampaikan Dr. Machli, hingga 10 Agustus 2026 terdapat 13.745 lowongan pekerjaan di Kalimantan Selatan, dengan sekitar 6.000 lowongan berada di wilayah Kota Banjarmasin. Data tersebut menunjukkan adanya peluang kerja yang dapat dimanfaatkan oleh para pencari kerja, meskipun mereka tetap perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi proses seleksi.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan memasuki dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh ijazah dan penguasaan pengetahuan teknis. Keterampilan praktis (skill) perlu diimbangi dengan sikap dan perilaku profesional (attitude), termasuk kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama dalam tim. Menurutnya, kemampuan berkolaborasi menjadi salah satu kompetensi penting yang dibutuhkan dalam lingkungan kerja modern.
Untuk mempermudah akses informasi lowongan pekerjaan, Dr. Machli mengimbau para pencari kerja agar memanfaatkan berbagai layanan resmi, di antaranya KarirHub milik Kementerian Ketenagakerjaan serta Rupa Kerin (Rumah Pasar Kerja Banjarmasin), sebuah inovasi Pemerintah Kota Banjarmasin yang menyediakan akses informasi pasar kerja secara daring.
Antasari Job Fair 2026 dan Expo Kewirausahaan juga dirangkai dengan sejumlah agenda pendukung, seperti gelar wicara, pembekalan karier bersama praktisi sumber daya manusia dan psikolog, serta proses rekrutmen langsung oleh perusahaan peserta. Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa dan alumni memahami kebutuhan dunia kerja sekaligus meningkatkan kesiapan mereka dalam mengikuti proses rekrutmen.
Melalui penyelenggaraan Antasari Job Fair 2026 dan Expo Kewirausahaan, UIN Antasari Banjarmasin melalui UPKK terus berupaya mempertemukan lulusan dengan dunia kerja, memperluas jejaring dengan perusahaan dan instansi mitra, serta menumbuhkan semangat berwirausaha. Dengan demikian, mahasiswa dan alumni diharapkan tidak hanya memiliki kesiapan untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.